
Teknis Budidaya Porang
Tanama Porang (Amorphophallus mueleri blume) merupakan komoditas pertanian yang mulai dilirik untuk dikembangkan secara luas. Produk komoditas ini mempunyai manfaat sebagai bahan baku kosmetik, lem, jelly dan sebagai bahan pangan rendah kalori dan dapat dengan mudah diolah menjadi bahan pangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Selain itu umbi porang mengandung glukomanan yang baik untuk kesehatan. Umbi porang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Saat ini banyak permintaan dari beberapa negra seperti Asia Jepang, Cina, Vietnam dan Australia.
SYARAT TUMBUH DAN PERLAKUAN AWAL PUPUK MU
Tanaman porang yang dibudidayakan harus mempunya kualitas yang baik. Untuk itu perlu diketahui syarat-syarat tumbuh tanaman porang, antara lain : Intensitas cahaya 60 – 70%, ketinggian 0 – 700 mdpl, namun yang paling bagus pada daerah dengan ketinggian 100 – 600 mdpl, dibutuhkan tanah yang gembur/subur, tanah dengan tekstur lempung berpasir dan bersih dari alang-alang, dengan keasaman tanah ideal antara pH 6 – 7.
PEMELIHARAAN TANAMAN PORANG
Tanaman porang merupakan tanaman yang tidak memerlukan pemeliharaan secara khusus. Namun untuk mendapatkan hasil pertumbuhan dan produksi yang maksimal, dapat dilakukan pemeliharaan yang intensif dengan cara :
1. PENYIANGAN
- Dilakukan dengan membersihkan gulma yang berupa rumput liar yang dapat menjadi pesaing tanaman porang dalam hal kebutuhan air dan unsur hara.
- Sebaiknya dilakukan sebulan setelah umbi porang ditanam. Penyiangan berikutnya dapat dilakukan saat gulma muncul.
- Gulma yang terkumpul ditimbun dalam sebuah lubang agar membusuk dan menjadi kompo
2. PEMUPUKAN
Pada saat pertama kali ditanam, dilakukan pemupukan dasar. Untuk pemupukan berikutnya dapat dilakukan setahun sekali (awal musim hujan). Jenis pupuk adalah pupuk urea 10 gr/lubang , SP-36 5 gr/lubang & Pupuk MU 2 gr/lubang (Campur jadi satu ketiga jenis pupuk tersebut sebelum diaplikasikan), pemberian pupuk dilakukan dengan cara ditanam disekitar batang porang.
Selanjutnya pemupukan setahun sekali gunakan pupuk urea 10 gr/lubang dan SP 36,5 gr/lubang dan pupuk MU 2 gr/lubang (campur ketiga jenis pupuk ini) selanjutnya taburkan dengan cara buat lubang kecil di sekitar pohon porang lalu tutup.
PENYEMPROTAN PUPUK MU
Jika ingin hasil maksimal : Semprotkan Pupuk MU dosis 1-2 gr/liter air atau (2 sendok makan per tangki semprot), lakukan dua bulan sekali.
PANEN TANAMAN PORANG
- Tanaman porang dapat dipanen untuk pertama kali setelah umur tanaman mencapai 2 tahun Setelah itu, tanaman dapat dipanen setahun sekali tanpa harus menanam kembali umbinya.
- Tanaman porang hanya mengalami pertumbuhan selama 5 – 6 bulan tiap tahunnya (pada musim penghujan). Di luar masa itu, tanaman mengalami masa istirahat /dorman dan daunnya akan layu sehingga tampak seolah-olah mati.
- Waktu panen tanaman porang dilakukan pada bulan April – Juli (masa dorma).
- Umbi yang dipanen adalah umbi besar yang beratnya lebih dari 2 kg/umbi, sedangkan umbi yang masih kecil ditinggalkan untuk dipanen pada tahun berikutnya.
Jenis Pupuk yang menggunakan teknologi nano ini telah tersebar secara komersial dan populer di kawasan Eropa, Australia, Japan dan South Afrika
Petunjuk Pemakaian Pupuk MU
Disemprotkan melalui daun, disiramkan atau dibenamkan ke dalam tanah di sekitar perakaran.
Dosis Pupuk MU melalui penyemprotan dengan dosis 1-2 gr per liter air :
- Padi pada umur 15, 45 dan 65 HST
- Jagung pada umur 20, 40 dan 60 HST
- Sayuran setiap 7-10 hari sekali
Dosis Pupuk MU untuk tanaman tahunan aplikasi disiramkan atau dibenamkan ke dalam tanah di sekitar perakaran dengan dosis :
- Umur < 3 tahun : 20-30 gr
- Umur 3-5 tahun : 30-50 gr
- Umur > 5 tahun : 50-75 gr



