
Teknis Budidaya Bawang Merah
PERSIAPAN LAHAN DAN PUPUK DASAR
Tanah dibajak/dicangkul sedalam 20-30 cm, kemudian dibuat bedengan dengan lebar 1-1,2 m, tinggi 25cm, kedalaman parit 50-60 cm, lebar parit 40-50 cm, sedangkan panjangnya tergantung pada kondisi lahan. Bentuk bedengan mengikuti arah timur barat. Tanah yang telah diolah dibiarkan sampai kering dan kemudian diolah lagi 2-3 kali sampai gembur sebelum dilakukan perbaikan bedengan dengan rapi.
SAAT BEDENGAN SUDAH SIAP : Berikan kaptan/dolomit 1-1,5 ton/ha, pupuk kandang/kompos 15-20 ton/ha dan SP-36 sebanyak 150 kg/ha dan Siramkan pupuk MU merata diatas bedengan dosis 1-2 sendok makan per 10 liter air (vol.gembor 10 liter). Bibit yang siap tanam dirompes, tujuan pemotongan umbi bibit untuk memecahkan masa dormansi dan mempercepat pertumbuhan tunas tanaman.
PERAWATAN
Tanaman bawang merah tidak menyukai banyak hujan, tapi memerlukan air yang cukup selama pertumbuhannya melalui penyiraman. Pertanaman di lahan bekas sawah memerlukan penyiraman yang cukup dalam keadaan terik matahari. Gulma dibersihkan secara rutin terutama ketika tanaman masih muda. Hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman bawang merah, diantaranya adalah ulat bawang, trips, orong-orong, antraknose, layu fusarium, dan bercak ungu atau trotol.
Pengendalian dengan menggunakan teknologi pengendalian hama terpadu (PHT), yaitu :
- Pengendalian secara kultur teknis, antara lain pemupukan berimbang, penggunaan varietas tahan OPT, dan penggunaan musuh alami (parasitold, predator dan patogen serangga).
- Pengendalian secara mekanik, yaitu dengan pembubitan atau pemotongan daun yang sakit dan penggunaan jaring, kelambu, penggunaan berbagai jenis perangkap (feromon seks, perangkap kuning, perangkap lampu dll).
- Penggunaan pestisida selektif berdasarkan ambang pengendalian. Pengendalian dengan pestisida harus dilakukan dengan benar baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval maupun waktu.
PEMUPUKAN
Pupuk Makro : Urea 200 kg/ha, ZA 300 gr/ha dan KCI 200 kg/ha.
Pemupukan susulan 1 : Pada umur 13-15 HST
Pemupukan Susulan 2 : Pada umur 30 HST, masing-masing % dosis (sesuai kebiasaan)
Penyemprotan Pupuk MU : Dosis 1-2 gr/liter semprotkan 1 minggu sekali
PANEN
Bawang merah biasanya dipanen pada umur 60-70 hari. Produksi umbi kering mencapai 25 ton/ha. Permanenan sebaiknya dilaksanakan pada keadaan tanah kering dan cuaca yang cerah untuk mencegah serangan penyakit busuk umbi di gudang. Umbi dijemur sampai cukup sering (1-2 minggu) dengan menggunakan sinar matahar langsung.
Jenis Pupuk yang menggunakan teknologi nano ini telah tersebar secara komersial dan populer di kawasan Eropa, Australia, Japan dan South Afrika.
Petunjuk Pemakaian Pupuk MU
Disemprotkan melalui daun, disiramkan atau dibenamkan ke dalam tanah di sekitar perakaran.
Dosis Pupuk MU melalui penyemprotan dengan dosis 1-2 gr per liter air :
- Padi pada umur 15, 45 dan 65 HST
- Jagung pada umur 20, 40 dan 60 HST
- Sayuran setiap 7-10 hari sekali
Dosis Pupuk MU untuk tanaman tahunan aplikasi disiramkan atau dibenamkan ke dalam tanah di sekitar perakaran dengan dosis :
- Umur < 3 tahun : 20-30 gr
- Umur 3-5 tahun : 30-50 gr
- Umur > 5 tahun : 50-75 gr



