
TEKNIS BUDIDAYA TERONG
PENYEMAIAN
Rendam terlebih dahulu benih dalam air hangat (50 °C) selama satu jam. Benih Disebar secara merata pada bedengan persemaian dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang/kompos (1:1), kemudian ditutup dengan daun pisang atau karung goni, atau disemai dalam polybag. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap
PERSIAPAN LAHAN DAN PUPUK DASAR
Lahan dicangkul 30-40 cm sampai gembur kemudian dibuat bedengan bedengan dengan lebar 1-1,2 m, tinnggi 30 cm, dan jarak antara bedengan 60 cm. Lubang tanam dibuat dangan jarak tanah 60x50cm, sehingga dalam tiap bedengan terdapat 2 baris tanaman. Campurkan dalam bedengan pupuk dasar berupa pupuk kandang/kompos sebanyak 10-20 ton/ha, pupuk SP-36 sebanyak 150 kg/ha dan siramkan pupuk MU merata diatas dibedengan dengan dosis 1-2 sendok makan per 10 liter air (gunakan gembor vo.10 liter). Tutup bedengan dengan mulsa dan biarkan selema 1 minggu sebelum ditanami.
PERAWATAN
Penyulaman dilakukan untuk mengganti bibit yang sakit atau yang tumbuh tidak normal. Dilakukan 1-2 minggu Setelah tanam. Pengairan diberikan dengan cara digenangi atau dengan disiram per lubang. Penggemburan tanah Atau pendangiran dilakukan bersamaan dengan pemupukan kedua atau pemupukan susulan. Pemberian ajir Dilakukan untuk menopang berdirinya tanaman. Tunas air yang tumbuh di bawah cabang utama sebaiknya dipangkas. Hama yang menyerang tanaman terong antara lain kumbang daun, kutu daun, tungau, ulat buah. Sedangkan penyakit yang menyerang yaitu layu bakteri, busuk buah, rebah semai, dsb. Ada juga penyakit yang disebabkan virus Gemini/bulai. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama panyakit, antara lain: penggunaan border 4-6 baris jagung, penggunaan musuh alami, penggunaan perangkap, peggunaan pestisida nabati dan penggunaan pestisida kimia.
PEMUPUKAN
Pupuk yang diberikan berupa NPK 20 gr/tanaman. Kocor NPK setiap minggu dengan dosis 10 gr/liter dan kocorkan Pupuk MU dengan dosis 1-2 sendok makan per 10 liter air, pengocoran pupuk MU bisa bersamaan dg NPK atau terpisah , interval setiap minggu sekali.
Aplikasi Semprot : Semprotkan pupuk MU dosis 1-2 gr/liter 1 minggu sekali dan semprotkan pupuk Mu setiap habis panen/petik untuk memperpanjang masa produksi dan meningkatkan kualitas buah.
PANEN
Terong mulai panen pada umur 90 hari setelah tanam. Ciri-ciri buah siap panen adalah ukurannya telah maksimum dan masih muda. Waktu yang paling tepat pagi atau sore hari. Pemetikan buah berikutnya dilakukan rutin tiap 3-7 hari sekali dengan cara memilih buah yang sudah siap dipetik.
Jenis Pupuk yang menggunakan teknologi nano ini telah tersebar secara komersial dan populer di kawasan Eropa, Australia, Japan dan South Afrika
Petunjuk Pemakaian Pupuk MU
Disemprotkan melalui daun, disiramkan atau dibenamkan ke dalam tanah di sekitar perakaran.
Dosis Pupuk MU melalui penyemprotan dengan dosis 1-2 gr per liter air :
- Padi pada umur 15, 45 dan 65 HST
- Jagung pada umur 20, 40 dan 60 HST
- Sayuran setiap 7-10 hari sekali
Dosis Pupuk MU untuk tanaman tahunan aplikasi disiramkan atau dibenamkan ke dalam tanah di sekitar perakaran dengan dosis :
- Umur < 3 tahun : 20-30 gr
- Umur 3-5 tahun : 30-50 gr
- Umur > 5 tahun : 50-75 gr



