
Teknis Budidaya Semangka
Kondisi tanah yang cocok pada tanaman semangka adalah tanah yang cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam dan tanah kebun/persawahan yang telah dikeringkan. Ketinggian tempat antara 100-300 m dpl. Varietas yang dianjurkan untuk budidaya semangka antara lain varietas Namira, Mega, Regency, Vanesa dan lain sebagainya. Kebutuhan benih sebesar 0,30 -0,35 kg/ha, pH tanah yang dibutuhkan 6-6,7
PENYEMAIAN
Biji direndam terlebih dahulu dalam air hangat sekitar 1 jam kemudian ditiriskan dan siap untuk dikecambahkan. Setelah berkecambah dimasukkan ke dalam polybag kecil yang telah diisi media berupa tanah dan kompos dengen perbandingan 3:1. Pembibitan dilakukan di tempat yang terkena sinar matahari tapi menggunakan naungan plastik supaya tidak terkena air hujan, lakukan penyiraman secara rutin. Setelah 2 minggu bibit siap dipindahtanamkan.
PERSIAPAN LAHAN
Pengolahan lahan diakukan dengan cara di cangkul sedalam 30-40 cm sampai gembur kemudian dibuat bedengan dengan lebar 1 m, nggi 30 cm, dengan jarak antar bedengan 60 cm. Lubang tanam dibuat dengan jarak tanam 60×300 cm. Ke ka pengolahan lahan campurkan dolomit 1 ton dan kompos 10 ton per hektar. Setelah dibuat bedengan tutup dengan plas k mulsa dan dibiarkan 1 minggu sebelum penanaman.
PERAWATAN
Penyulaman dilakukan maksimal 7 hari setelah tanam. Lakukan pemotongan cabang dan dirawat 2-3 cabang.saja. dilakukan seleksi buah sejak awal dan disiasiakan 1-2 buah. Beri alas dengan rumput kering di bawah buah supaya buah bentuknya bagus dan tidak busuk. Buah sering dibalik supaya mendapatkan sinar matahari yang merata dan warna kulitnya jadi bagus. Tanaman semangka membutuhkan air yang cukup tapi tidak berlebihan. Hama yang sering menyerang tanaman semangka yaitu kutu putih, ulat, tungau dan kepik.
PEMANGKASAN
Pemangkasan juga bertujuan untuk membentuk kerangka tanaman agar pertumbuhan lebih terarah. Pangkas bagian tanaman yang tumbuh terlalu rimbun agar cahaya matahari dan sirkulasi udara tetap lancar ke seluruh bagian tanaman. Bagian tanaman yang terlalu rimbun rawan terhadap serangan jamur dan hama. Lakukan pemangkasan secara hati-hati agar tanaman tidak stres
PEMUPUKAN
Setiap minggu berikan pupuk NPK 5 gr per tanaman sampai umur 35 HST. Semprotkan pupuk MU dosis 1-2 gr/liter air (1-2 sendok makan per tangki) mulai umur 7 HST hingga menjelang panen.
Catatan : Atau NPK/Makro mengikuti kebiasaan petani setempat
PEMELIHARAAN BUAH
Saat buah terbentuk, lakukan pembalikan buah secara rutin agar warna dan bentuk buah merata serta terhindar dari busuk. Tindakan ini dilakukan dengan hati-hati agar buah tidak rusak atau putus dari tangkainya. Pembalikan buah sebaiknya dilakukan setiap 3 hari sekali.
Buah yang tidak sempurna bentuknya juga perlu dipangkas agar tanaman lebih fokus memenuhi kebutuhan nutrisi untuk buah yang lebih berkualitas. Pangkas buah yang ukurannya jauh lebih kecil dan pertumbuhannya terhambat agar nutrisi dan energi tanaman terfokus pada buah lain yang lebih optimal.
HAMA DAN PENYAKIT SEMANGKA
- Gangsir (Brachytripes portentosus Licht)
Gejala : Menyerang pada malam hari dengan cara memakan pangkal batang, pada tanaman muda bisa sampai terpotong.
Cara Pengendalian :
– Lakukan sanitasi lingkungan, lindungi tanaman kecil dengan menggunakan gelas plastik berlubang.
– Cara kimiawi bisa menggunakan Deltamethrin25 g/ l (sesuai anjuran) untuk mengatasi hama gangsir.
- Spodoptera Litura
Gejala : Ulat akan menyerang daun hingga daun berlubang dan rusak. Selain itu spesies ulat ini juga mulai menyerang dan melubangi buah.
Cara Pengendalian:
– Gunakan cara non kimiawi dengan memperhatikan pola rotasi tanaman, menggunakan sex pheromone Ugratas Merah, menggunakan musuh alami.
– Cara kimia gunakan insektisida yang berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, klorfluazoron betasiflutrin, profenofos, bacillus turingiensis, lamda sihalotrin. - Kutu Daun (Aphids gossypii Glover)
Ciri-Ciri : berwarna kuning, pada dewasa berwarna agak kehitaman.
Gejala : Menyerang daun dengan cara menggulung dan menyebabkan pucuk tanaman menjadi keriting akibat cairan daunnya dihisap. Serta adanya cairan getah yang mengandung madu dan akan mengkilap dari jarak jarak jauh.
Cara Pengendalian :
– Cara nonkimiawi, Musnahkan tanaman yang terserang hama dengan cabut tanaman dan bakar.
– Cara kimiawi, lakukan penyemprotan insektisida secara rutin. - Henosepilachna Spp
Gejala : Hidup dipermukaan daun dengan memakan jaringan daun hingga hanya menginggalkan daun dan daun berlubang.
Cara Pengendalian:
– Cara nonkimiawi, lakukan sanitasi, timbun bagian tanaman yang terserang, pangkas daun yng terserang dan bakar, pemasangan perangkap lengket kuning, menggunakan musuh alami.
– Cara kimiawi, semprot dengan Insektisida berbahan aktif abamektin, bensultap, bacillus coagulans, siromazin, piretroid dan organofosfat. - LayuFusarium
Penyebab: Fusarium oxysporum
Gejala : Tanaman layu seperti kekurangan udara, pada pagi hari dan sore terlihat segar. Jika dibiarkan dalam waktu 2-3 hari tanaman akan mati kering, berwarna coklat dan batang berkerut.
Cara Pengendalian :
– Cara nonkimia, lakukan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan agar tidak terlalu lembab, menanam pada areal baru yang belum pernah ditanami semangka, melakukan sanitasi kebun dan juga penjarangan tanam.
– Cara kimiawi, lakukan dengan menyemprotkan fungisida secara periodik, menanam benih yang sudah direndam fungisida. - Antraknosa
Penyebab: Colletotrichum lagenarium.
Gejala: Daun terlihat bercak-bercak coklat dan berubah warna kemerahan dan akhirnya daun mati. Sedangakan jika menyerang buah, akan tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas.
Cara Pengendalian:
– Cara nonkimiawi dapat dilakukan dengan pergiliran tanaman, pembuangan tanaman yang terkontaminasi, rotasi tanaman, perbaikan drainase tanah.
– Cara kimiawi , lakukan dengan Karbendazim 60% dicampur Mankozeb 80 %.
PANEN
Buah ini umumnya dapat dipanen pada umur 85-95 hari setelah tanam. Ciri buah yang siap petik yaitu : Kulit mengkilat dan berwarna sesuai varietas, bunyi berdentum saat diketuk dan tangkai buah mudah diputuskan.
Jenis Pupuk yang menggunakan teknologi nano ini telah tersebar secara komersial dan populer di kawasan Eropa, Australia, Japan dan South Afrika.
Petunjuk Pemakaian Pupuk MU
Disemprotkan melalui daun, disiramkan atau dibenamkan ke dalam tanah di sekitar perakaran.
Dosis Pupuk MU melalui penyemprotan dengan dosis 1-2 gr per liter air :
- Padi pada umur 15, 45 dan 65 HST
- Jagung pada umur 20, 40 dan 60 HST
- Sayuran setiap 7-10 hari sekali
Dosis Pupuk MU untuk tanaman tahunan aplikasi disiramkan atau dibenamkan ke dalam tanah di sekitar perakaran dengan dosis :
- Umur < 3 tahun : 20-30 gr
- Umur 3-5 tahun : 30-50 gr
- Umur > 5 tahun : 50-75 gr



