
Teknis Budidaya Padi
PERAWATAN
Penyiangan rumput rumput liar seperti jajagoan, sunduk gangsir, teki dan eceng gondok dilakukan 3 kali pada umur 4,35 dan 55 minggu. Penggenangan air dilakukan pada fase awal pertumbuhan, pembentukan anakan, pembungaan can masa bunting. Sedangkan pengeringan hanya dilakukan pada fase sebelum bunting bertujuan menghentikan pembentukan anakan dan fase pemasakan biji untuk menyeragamkan dan mempercepat pemasakan biji.
HAMA DAN PENYAKIT
Hama yang biasa menyerang yatu kutu putih, thrips, wereng, wilang sangit, kepik hijau, penggerek batang. Bisa dikendalikan dengan insektisida secara tepat. Sedangkan hama burung diandalikan dengan orang orangan dan hama tikus dengan predator burung hantu. Penyakit yang biasa menyerang yaitu: penyakit bercak daun, hawar dan penyakit busuk batang bisa dikendalikan dengan fungisida secara tepat. Pengendalian hama dan penyakit pada padi merupakan aspek penting dalam pertanian untuk memastikan hasil panen yang optimal. Berikut beberapa metode yang umum digunakan :
- Pengendalian Secara Biologis :
– Menggunakan musuh alami hama, seperti predator dan parasit.
– Mengintroduksi organisme pengendali seperti jamur entomopatogen.
- Pengendalian Secara Kimiawi:
– Aplikasi pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit.
– Menggunakan fungisida untuk mengatasi infeksi jamur.
- Pengendalian Secara Kultural:
– Rotasi tanaman untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit.
– Mengatur jarak tanam dan waktu tanam untuk meningkatkan sirkulasi udara dan mengurangi kelembapan.
- Pengendalian Secara Mekanis :
– Penggunaan perangkap, jaring, atau alat lain untuk mengurangi populasi hama.
– Teknik pemangkasan untuk meningkatkan kesehatan tanaman. - Pemilihan Varietas:
– Menggunakan varietas padi yang tahan terhadap hama dan penyakit tertentu.
– Memilih varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan. - Monitoring dan Sanitasi:
– Melakukan pengamatan rutin untuk mendeteksi hama dan penyakit sejak dini.
– Menjaga kebersihan area pertanian untuk mencegah infestasi.
Dengan menerapkan berbagai metode ini secara terpadu, petani dapat meminimalkan kerugian akibat hama dan penyakit, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
PEMUPUKAN
Pemupukan seperti berikut ini, dosis pupuk sesuai dengan hasil panen yang diinginkan. Semua pupuk makro dicampur dan disebarkan merata ke lahan sesuai dosis. Khusus penggunaan pupuk MU disemprotkan dosis 1-2 gram/liter air interval seminggu sekali mulai 15 HST hingga menjelang masa bunting. Hasil akan bervariasi tergantung jenis varietas, kondisi dan jenis tanah, serangan hama dan penyakit
Dosis Pupuk Makro : Urea 100 kg/Ha, NPK 300 Kg/Ha. Umur 7 HST gunakan urea 30% dan NPK 50% pada umur 20 HST gunakan Urea 40% dan pada umur 30 HST gunakan Urea 30% dan NPK 50%.
PANEN
Adapun tanda-tanda padi siap panen adalah: 95% gabah sudah menguning dan daun bendera telah mengering.
Jenis Pupuk yang menggunakan teknologi nano ini telah tersebar secara komersial dan populer di kawasan Eropa, Australia, Japan dan South Afrika.
Petunjuk Pemakaian Pupuk MU
Disemprotkan melalui daun, disiramkan atau dibenamkan ke dalam tanah di sekitar perakaran.
Dosis Pupuk MU melalui penyemprotan dengan dosis 1-2 gr per liter air :
- Padi pada umur 15, 45 dan 65 HST
- Jagung pada umur 20, 40 dan 60 HST
- Sayuran setiap 7-10 hari sekali
Dosis Pupuk MU untuk tanaman tahunan aplikasi disiramkan atau dibenamkan ke dalam tanah di sekitar perakaran dengan dosis :
- Umur < 3 tahun : 20-30 gr
- Umur 3-5 tahun : 30-50 gr
- Umur > 5 tahun : 50-75 gr



