
Teknis Budidaya Jeruk
PERAWATAN
Atur percabangan berpola 1-3-9. Setiap pohon terdiri 1 batang utama yang mendukung 3 cabang primer, dan setiap cabang primer mendukung 3 cabang sekunder. Saat pertumbuhan vegetatif baru, pembungaan dan pembentukan buah harus tersedia cukup air, dan setelah panen lahan dikeringkan sekitar 3 bulan guna memicu pembungaan. Sampai sekarang penyalir CVPD (huanglongbing) belum bisa disembuhkan. Pencegahannya adalah dengan menanam bibit yang sehat dan mengendalikan serangga kutu loncat (Diaphorina citri). Penggunaan pestisida sebaiknya diprioritaskan pada periode kritis yaitu pada fase pertunasan. Penjarangan buah bertujuan menghasilkan buah bermutu tinggi dan menjaga kestabilan produksi. Caranya yaitu sisakan 2 buah per tandan menggunakan gunting pangkas. Kriteria buah yang dibuang: cacat, terserang hama penyakit, dan ukarannya paling kecil.
PEMUPUKAN
- Tanaman Umur kurang dari 2 tahun : ZA dosis 0,5 kg/phn, NPK 0,5 Kg/phn dan Pupuk MU 10 gr/phn dengan jumlah pemberian 4 kali dalam 1 thn
- Setelah umur 2 tahun : berikan NPK 2 kg/phn dan pupuk MU 15-20 gr/phn setiap 3-4 bulan.
- Untuk memeperbesar buah dan meningkatkan rasa manis semprotkan setiap bulan Pupuk MU dengan dosis1-2 gr/liter air
Catatan : Sebaiknya pemupukan diberikan awal dan akhir musim hujan
HAMA DAN PENYAKIT
- Penyakit CVPD
Penyakit ini disebabkan oleh organisme, yakni jenis kutu loncat yang mempunyai nama ilmiah Diaphorina citri. Penyakit ini menyerang bagian batang pohon jeruk yang ditanam. Gejala yang bisa dilihat antara lain buah jeruk yang dihasilkan mempunyai ukuran yang kecil, serta rasa buah yang sangat masam. Untuk menghindari penyakit ini, buatlah sanitasi yang baik pada lahan budidaya, Pengendaian dg jamur Beauveria Bassiana dan sanitasi lahan secara intensif
- Penyakit Tristeza (CTV)
Penyakit ini kerap menyerang bagian batang dan daun, yang juga dapat menghambat pertumbuhan dari pohon jeruk yang ditanam. Ketika terkena penyakit ini, batang dari pohon jeruk akan terlihat melekuk. Tanda lain juga bisa dilihat dari warna daun yang terlihat pucat. Pengendalian sama seperti CVPD
- Buah Gugur Prematur
Penyebabnya adalah jamur Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp. Jika melihat indikasi seperti ini Segera kocorkan dengan pupuk MU yang mengandung Enzym Aktivator dosis 15 gr per pokok (campur 5 liter air)
- Penyakit Jamur Upas
Penyakit ini disebabkan oleh jamur yang mempunyai nama ilmiah Upasia salmonicolor. Bagian yang diserang adalah bagian batang pohon jeruk. Segera kocorkan dengan pupuk MU yang mengandung Enzym Aktivator dosis 15 gr per pokok (campur 5 liter air) dan produk pengendali yang mengandung tricoderm, sp.
- Penyakit Busuk Pada Akar Dan Batang
Penyakit ini seperti namanya, menyerang bagian akar dan batang dari pohon jeruk. Gejala yang terlihat adalah keberadaan tunas tidak segar di sekitar batang. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Phyrophthoranicotianae. Untuk mengatasinya, bisa dengan cara memberi fungisida dan pengolahan pengairan yang baik dan segera kocorkan pupuk MU dengan dosis 15 gr per phon (campur 5 liter air)
PANEN
Panen dilakukan saat buah mencapai kematangan optimal sekitar 8 bulan dari pemburgaan dan nilai brix sari buah sebesar 10%. Lakukan panen saat cuaca cerah, gunakan gunting pangkas, jangan memanjat pohon, dan masukkan buah kedalam keranjang yang dilapisi karung plastik.
Jenis Pupuk yang menggunakan teknologi nano ini telah tersebar secara komersial dan populer di kawasan Eropa, Australia, Japan dan South Afrika.
Petunjuk Pemakaian Pupuk MU
Disemprotkan melalui daun, disiramkan atau dibenamkan ke dalam tanah di sekitar perakaran.
Dosis Pupuk MU melalui penyemprotan dengan dosis 1-2 gr per liter air :
- Padi pada umur 15, 45 dan 65 HST
- Jagung pada umur 20, 40 dan 60 HST
- Sayuran setiap 7-10 hari sekali
Dosis Pupuk MU untuk tanaman tahunan aplikasi disiramkan atau dibenamkan ke dalam tanah di sekitar perakaran dengan dosis :
- Umur < 3 tahun : 20-30 gr
- Umur 3-5 tahun : 30-50 gr
- Umur > 5 tahun : 50-75 gr



