
Teknis Budidaya Lidah Buaya
Waktu tanam lidah buaya sangat pas bila dicoba pada awal musim hujan, tetapi diupayakan air tersebut tidak menggenang atau airnya mencukupi semacam irigasi teknis ataupun dekat dengan sumber air, penanaman lidah buaya bisa sepanjang tahun.
Temperatur yang diperlukan dekat 30°C. Media tanam yang baik merupakan tanah dengan tekstur porous (Tanah-tanah yang didominasi fraksi pasir akan mempunyai pori makro) serta banyak memiliki humus dengan Ph 4. 5- 5. 5. Perkembangan lidah buaya sangat baik merupakan di wilayah dengan ketinggian topografi dekat 100- 700 mdpl.
PERSIAPAN LAHAN
Lidah buaya umumnya ditanam di kebun dengan model lahan tegalan ataupun ladang. Langkah dini dalam persiapan lahan yang mau ditanami lidah buaya merupakan bilas ladang dari seluruh berbagai gulma.
Pembukaan lahan buat penanaman lidah buaya hendaknya dicoba pada dikala masa kemarau dengan tujuan supaya pengolahan tanahnya bisa dilakukan pada awal masa hujan.
Penanaman hendaknya berlokasi di lahan datar serta terbuka atau tidak terdapat tumbuhan pelindung. Lahan yang telah dibersihkan dilanjutkan dengan pengolahan tanah.
Yaitu dengan metode mencangkul dengan kedalaman 30- 40 centimeter hingga struktur tanah gembur serta diamkan tanah sepanjang 15 hari supaya tanah betul- betul matang.
Selanjutnya pengolahan tanah yang kedua kalinya sembari membuat lubang ( tugal) dengan kedalaman 20 centimeter– 30 centimeter. Sebelum penanaman berikan pupuk dasar Makro dan Mikro Fertilizer dengan dosis 2 gram per liter air dan tiap lubang tanam diberi 200 cc larutan Makro dan Mikro Fertilizer
PEMBIBITAN DAN PENANAMAN
Pembibitan lidah buaya dicoba dengan metode vegetatif, ialah dengan mengambil anakan yang melekat pada tumbuhan induk.
Pengambilannya ialah dengan mencongkel serta memisahkan tumbuhan anakan dari tumbuhan induk sampai pada bagian pangkal, serta diusahakan supaya pangkal tidak hingga putus.
Anakan seperti itu yang setelah itu ditanam pada pot/ polybag baik senbagai bibit dengan waktu pembibitan sepanjang 3- 5 bulan.
Setelah itu dipindah ke lahan tanam, ataupun dibiarkan berkembang bila pot/ polybag dijadikan bagaikan tempat tanam sampai lidah buaya siap buat dipanen.
Cara penanaman tidak berbeda jauh dengan tumbuhan yang lain, cuma saja jangan sangat dalam supaya bibit tidak hadapi pembusukan serta pula tidak sangat dangkal supaya bibit tidak roboh.
Kedalaman yang sempurna buat menanam bibit lidah buaya ialah kurang lebih 10 centimeter. Pada dikala menanam bibit jalani dengan hati- hati supaya daun tidak patah serta bibit tidak terhimpit.
PEMUPUKAN
Pemupukan merupakan salah satu teknik penting dalam budidaya lidah buaya. Pemberian pupuk secara teratur akan memastikan ketersediaan nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Nutrisi yang cukup akan mendukung pertumbuhan daun, batang, dan akar tanaman, sehingga tanaman dapat menghasilkan panen yang optimal.
JENIS PUPUK
Pupuk yang digunakan untuk lidah buaya dapat berupa pupuk organik atau anorganik. Pupuk organik berasal dari bahan-bahan alami, seperti kompos, pupuk kandang dan MU makro dan Mikro Fertilizer. Pupuk anorganik merupakan pupuk yang dibuat dari bahan kimia, seperti Tunggal (Urea, TSP, atau KCL) atau Pupuk Majemuk (NPK)
- Waktu Pemupukan
Pemupukan lidah buaya dapat dilakukan secara berkala, setiap 1-2 bulan sekali. Pemupukan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, saat matahari tidak terlalu terik. - Dosis Pemupukan
Dosis pemupukan harus disesuaikan dengan umur tanaman dan kondisi lahan. Tanaman muda membutuhkan dosis pupuk yang lebih sedikit dibandingkan tanaman dewasa. Lahan yang subur membutuhkan dosis pupuk yang lebih sedikit dibandingkan lahan yang kurang subur. Dosis Pupuk Mu Makro dan Mikro Ferilizer 1-2 gram per liter air dam dosis NPK sesuai rekomendasi dari pabrikan NPK tersebut - Cara Pemupukan
Pupuk dapat diberikan dengan cara ditabur di sekitar tanaman atau dikocor. Pemberian pupuk dengan cara ditabur lebih mudah dan praktis, namun kurang efisien karena sebagian pupuk dapat hilang terbawa air hujan atau menguap. Pemberian pupuk dengan cara dikocor lebih efisien, namun membutuhkan lebih banyak tenaga dan waktu. Pupuk MU selain dikocorkan atau disiramkan bersamaan dengan NPK sangat dianjurkan disemprotkan dosis 1 gram per liter air, semprotkan tiap 15 hari sekali hingga menjelang masa panen.
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Penyakit yang menyerang umumnya fusarium Sp. yang merupakan pembusukan pangkal batang dan pangkal daun sehingga pengendalian hama dapat dilakukan dengan membuang batang dan daun yang telah terkena hama. Pengendalian penyakit tanaman ini bisa dicoba dengan memakai fungisida yang mempunyai bahan aktif captafol ataupun dazomete, dengan dicelupkan ke dalam larutan fungisida tersebut, ataupun dengan menyemprotkannya. Dengan menggunakan pupuk Mu makro dan Mikro Fertilizer yang berteknologi Nano dan Effervescent tentu akan membantu meningkatkan kekebalan tubuh tanaman sekaligus akan membantu mempercepat masa panen.
MASA PANEN
Panen pertama dapat dilakukan setelah tanaman lidah buaya berumur 8 – 1 2 bulan, dan selanjutnya pemanenenan dapat dilakukan setiap bulan, 2 tandan pelepah setiap tumbuhan lidah buaya. Jika batang sudah tinggi serta banyak yang mengalami patah dapat diperbaiki dengan memotong kira-kira 20 cm serta ditanam kembali sebagai peremajaan. Usia tanaman yang selalu mendapat peremajaan bisa mencapai 20 hingga 30 tahun.
Tumbuhan yang pertumbuhannya sehat serta optimal, bisa dipanen sehabis umur 6 bulan. Tetapi, pada biasanya pemanenan dicoba kala tumbuhan berusia dekat 1 tahun. Setelahnya panen bisa dicoba terus menerus tiap bulan sepanjang 7- 8 tahun dengan kuantitas panen 2- 3 buah pelepah masing- masing satu tumbuhan per panennya. Metode memanen dengan memetik daun lidah buaya yang usianya sangat tua dengan memakai pisau ataupun cutter. Pelepah daun tersebut berikutnya dibawa ke tempat penyortiran buat dicoba proses lebih lanjut.
Jenis Pupuk yang menggunakan teknologi nano ini telah tersebar secara komersial dan populer di kawasan Eropa, Australia, Japan dan South Afrika.
Petunjuk Pemakaian Pupuk MU
Disemprotkan melalui daun, disiramkan atau dibenamkan ke dalam tanah di sekitar perakaran.
Dosis Pupuk MU melalui penyemprotan dengan dosis 1-2 gr per liter air :
- Padi pada umur 15, 45 dan 65 HST
- Jagung pada umur 20, 40 dan 60 HST
- Sayuran setiap 7-10 hari sekali
Dosis Pupuk MU untuk tanaman tahunan aplikasi disiramkan atau dibenamkan ke dalam tanah di sekitar perakaran dengan dosis :
- Umur < 3 tahun : 20-30 gr
- Umur 3-5 tahun : 30-50 gr
- Umur > 5 tahun : 50-75 gr



